Apakah Bayi yang Baru Lahir Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya

Apakah Bayi yang Baru Lahir Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya

Apakah Bayi yang Baru Lahir Wajib Dibayarkan Zakat Fitrahnya

11/03/2026 | Humas BAZNAS RI

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang harus ditunaikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kewajiban ini bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan sekaligus membantu kaum fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Namun, di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: apakah bayi baru lahir berzakat atau wajib dibayarkan zakat fitrah oleh orang tuanya?

Pertanyaan mengenai bayi baru lahir berzakat cukup sering muncul terutama ketika seorang bayi lahir di bulan Ramadan atau bahkan beberapa jam sebelum Hari Raya Idulfitri. Banyak orang tua yang bingung apakah bayi tersebut sudah termasuk dalam golongan yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya atau tidak.

Dalam Islam, ketentuan zakat fitrah memiliki aturan yang jelas mengenai siapa saja yang wajib menunaikannya. Oleh karena itu, memahami hukum bayi baru lahir berzakat penting agar umat Islam dapat menjalankan kewajiban ini dengan benar sesuai tuntunan syariat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang hukum bayi baru lahir berzakat, waktu kelahiran yang menentukan kewajiban zakat fitrah, serta penjelasan para ulama mengenai hal tersebut.


Pengertian Zakat Fitrah dan Tujuannya

Sebelum membahas lebih jauh tentang bayi baru lahir berzakat, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu zakat fitrah.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idulfitri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Zakat ini biasanya berupa makanan pokok seperti beras atau bahan pangan lain yang menjadi makanan utama masyarakat setempat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya diwajibkan bagi orang dewasa, tetapi juga anak kecil. Dari sinilah muncul pembahasan mengenai bayi baru lahir berzakat, apakah termasuk anak kecil yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya.

Tujuan zakat fitrah sendiri antara lain:

  1. Menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan dosa kecil.

  2. Membantu kaum fakir miskin agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak.

  3. Menumbuhkan kepedulian sosial dalam masyarakat Muslim.


Apakah Bayi Baru Lahir Berzakat? Ini Penjelasan Hukumnya

Pertanyaan mengenai bayi baru lahir berzakat sebenarnya berkaitan erat dengan waktu kelahiran bayi tersebut.

Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang masih hidup saat matahari terbenam pada malam Idulfitri (malam 1 Syawal).

Artinya, hukum bayi baru lahir berzakat bergantung pada kapan bayi tersebut dilahirkan.

1. Bayi Lahir Sebelum Matahari Terbenam di Akhir Ramadan

Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan, maka bayi tersebut termasuk orang yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya.

Dengan kata lain, bayi baru lahir berzakat dalam kondisi ini karena ia sudah dianggap hidup ketika waktu wajib zakat fitrah tiba.

Orang tua atau wali bayi tersebut berkewajiban membayarkan zakat fitrahnya.

2. Bayi Lahir Setelah Matahari Terbenam di Malam Idulfitri

Sebaliknya, jika bayi lahir setelah matahari terbenam pada malam Idulfitri, maka bayi tersebut tidak wajib dibayarkan zakat fitrahnya pada tahun tersebut.

Dalam kondisi ini, hukum bayi baru lahir berzakat tidak berlaku karena bayi tersebut lahir setelah waktu kewajiban zakat fitrah.

Namun, jika orang tua tetap ingin mengeluarkan zakat atau sedekah atas nama bayi tersebut, hal itu diperbolehkan dan termasuk amalan baik.


Siapa yang Membayarkan Zakat Fitrah Bayi?

Dalam pembahasan bayi baru lahir berzakat, perlu diketahui bahwa bayi tentu belum memiliki kemampuan untuk mengeluarkan zakat sendiri.

Oleh karena itu, kewajiban membayar zakat fitrah bayi berada pada orang yang menanggung nafkahnya, biasanya ayah atau wali keluarga.

Jika seorang bayi lahir sebelum waktu wajib zakat fitrah, maka ayahnya wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk:

  • dirinya sendiri

  • istrinya

  • anak-anaknya termasuk bayi yang baru lahir

Hal ini sesuai dengan kaidah bahwa kepala keluarga bertanggung jawab menunaikan zakat fitrah bagi anggota keluarganya.


Pendapat Para Ulama tentang Bayi Baru Lahir Berzakat

Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa bayi baru lahir berzakat jika lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan.

Mazhab Syafi’i

Dalam mazhab Syafi’i dijelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang hidup saat matahari terbenam pada akhir Ramadan.

Artinya, bayi yang lahir sebelum waktu tersebut wajib dibayarkan zakat fitrahnya.

Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi juga memiliki pendapat yang hampir sama. Mereka menyatakan bahwa zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang hidup pada waktu kewajiban zakat.

Mazhab Maliki dan Hanbali

Kedua mazhab ini juga menyatakan bahwa bayi yang lahir sebelum terbenam matahari di akhir Ramadan termasuk yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya.

Dari kesepakatan ini dapat disimpulkan bahwa hukum bayi baru lahir berzakat memiliki landasan kuat dalam fikih Islam.


Apakah Bayi dalam Kandungan Wajib Dizakati?

Selain pertanyaan tentang bayi baru lahir berzakat, sering juga muncul pertanyaan mengenai bayi yang masih berada dalam kandungan.

Mayoritas ulama menyatakan bahwa bayi dalam kandungan tidak wajib dibayarkan zakat fitrah.

Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk mengeluarkan zakat fitrah bagi janin sebagai bentuk kesunnahan.

Riwayat dari sahabat Nabi, yaitu Utsman bin Affan RA, menyebutkan bahwa beliau pernah mengeluarkan zakat fitrah untuk bayi yang masih dalam kandungan.

Meskipun demikian, praktik ini bersifat sunnah dan bukan kewajiban.


Besaran Zakat Fitrah untuk Bayi

Jika seorang bayi termasuk dalam kategori bayi baru lahir berzakat, maka jumlah zakat yang dikeluarkan sama dengan zakat fitrah orang dewasa.

Besaran zakat fitrah adalah:

  • 1 sha’ makanan pokok

  • setara sekitar 2,5 – 3 kg beras

Di Indonesia, banyak lembaga zakat juga memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga beras tersebut.

Namun, sebagian ulama tetap menganjurkan menunaikannya dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.


Hikmah Membayar Zakat Fitrah untuk Bayi

Pembahasan tentang bayi baru lahir berzakat juga mengandung hikmah yang mendalam dalam Islam.

Beberapa hikmah tersebut antara lain:

1. Mengajarkan Kepedulian Sosial Sejak Awal Kehidupan

Dengan membayarkan zakat fitrah untuk bayi, orang tua sebenarnya sedang menanamkan nilai kepedulian sosial sejak awal kehidupan anak.

2. Menyempurnakan Kewajiban Keluarga

Zakat fitrah yang dibayarkan untuk seluruh anggota keluarga termasuk bayi menunjukkan kesempurnaan tanggung jawab seorang kepala keluarga.

3. Membersihkan Harta dan Jiwa

Zakat fitrah memiliki fungsi sebagai pembersih jiwa dan harta, termasuk bagi keluarga yang baru saja mendapatkan anugerah kelahiran anak.


Kesimpulan

Pertanyaan mengenai bayi baru lahir berzakat sering muncul di kalangan umat Islam, terutama ketika kelahiran bayi terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam Islam, hukum bayi baru lahir berzakat bergantung pada waktu kelahirannya. Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan, maka ia wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh orang tua atau walinya. Namun, jika bayi lahir setelah matahari terbenam pada malam Idulfitri, maka ia tidak wajib dibayarkan zakat fitrah pada tahun tersebut.

Meskipun demikian, orang tua tetap diperbolehkan mengeluarkan sedekah atas nama bayi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahirannya.

Memahami hukum bayi baru lahir berzakat membantu umat Islam menjalankan ibadah zakat fitrah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sarana mempererat kepedulian sosial dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Memahami ketentuan zakat fitrah untuk seluruh anggota keluarga, termasuk bayi yang baru lahir, membantu kita menjalankan kewajiban dengan lebih sempurna. Pastikan zakat fitrah keluarga Anda ditunaikan tepat waktu dan disalurkan melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para mustahik yang membutuhkan di momen penuh berkah ini.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ