Ke Mana Zakat Disalurkan, Ini Penjelasan Transparannya

Ke Mana Zakat Disalurkan, Ini Penjelasan Transparannya

Ke Mana Zakat Disalurkan, Ini Penjelasan Transparannya

22/04/2026 | Humas BAZNAS RI

Banyak orang masih bertanya, kemana zakat disalurkan setelah dibayarkan. Hal ini wajar, karena transparansi menjadi salah satu alasan utama seseorang ingin memastikan bahwa zakatnya benar-benar sampai kepada yang berhak. Dalam Islam, penyaluran zakat sudah diatur secara jelas, sehingga tidak bisa diberikan sembarangan.

Landasan utama penyaluran zakat terdapat dalam Al-Qur’an, tepatnya pada QS At-Taubah ayat 60: 

“Innama ash-shadaqatu lil-fuqara’i wal-masakini wal-‘amilina ‘alaiha wal-mu’allafati qulubuhum wa fir-riqabi wal-gharimina wa fi sabilillahi wabnis sabil, faridhatan minallah, wallahu ‘alimun hakim.”

Artinya: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, pengelola zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba sahaya, untuk orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Makna dari ayat ini menegaskan bahwa zakat hanya boleh disalurkan kepada delapan golongan tertentu atau yang dikenal sebagai asnaf. Berikut penjelasan masing-masing golongan:

1. Fakir

Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan, sehingga sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Mereka menjadi prioritas utama dalam penyaluran zakat karena kondisi ekonominya paling lemah.

2. Miskin

Miskin adalah orang yang memiliki penghasilan, tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka tetap membutuhkan bantuan agar bisa hidup lebih layak.

3. Amil

Amil adalah orang atau lembaga yang bertugas mengelola zakat, mulai dari pengumpulan hingga penyaluran. Mereka berhak menerima bagian karena menjalankan amanah besar dalam distribusi zakat secara profesional.

4. Muallaf

Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam atau yang perlu dikuatkan keimanannya. Zakat diberikan sebagai bentuk dukungan agar mereka lebih mantap dalam menjalankan ajaran Islam.

5. Riqab

Riqab merujuk pada upaya membebaskan orang dari perbudakan. Dalam konteks sekarang, maknanya bisa diperluas menjadi membantu orang yang tertindas atau tidak memiliki kebebasan hidup secara layak.

6. Gharimin

Gharimin adalah orang yang memiliki utang karena kebutuhan mendesak dan bukan untuk hal yang dilarang. Zakat membantu meringankan beban mereka agar bisa kembali stabil secara finansial.

7. Fisabilillah

Fisabilillah berarti segala bentuk perjuangan di jalan Allah. Ini mencakup kegiatan dakwah, pendidikan, hingga program sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Zakat membantu mereka agar bisa melanjutkan perjalanan atau kembali ke tempat asalnya.

Di masa sekarang, penyaluran zakat umumnya dikelola oleh lembaga resmi agar lebih terarah dan transparan. Programnya tidak hanya bersifat bantuan langsung seperti kebutuhan pokok, tetapi juga pemberdayaan seperti modal usaha, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Jadi, jika kamu masih bertanya kemana zakat disalurkan, jawabannya sudah sangat jelas dalam Islam. Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga sistem sosial yang memastikan kesejahteraan umat terjaga secara adil dan berkelanjutan.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ