Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging

Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging

Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging

24/04/2026 | Humas BAZNAS RI

Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik. Bagi seorang Muslim, memahami tata cara kurban sesuai sunnah bukan hanya soal teknis penyembelihan, tetapi juga mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui panduan lengkap mulai dari niat hingga pembagian daging agar ibadah ini diterima dan bernilai maksimal di sisi Allah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci dan mudah dipahami mengenai tata cara kurban sesuai sunnah, sehingga dapat menjadi pedoman praktis bagi setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah kurban dengan benar.


Pengertian dan Hukum Kurban

Kurban atau udhiyah adalah penyembelihan hewan ternak tertentu pada waktu tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kautsar: 2:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), terutama bagi yang mampu.


Niat dalam Berkurban

Niat merupakan hal pertama dan utama dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Niat harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk riya atau pamer.

Niat tidak harus dilafalkan, cukup di dalam hati. Namun, melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan.

Contoh niat:

“Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”


Syarat Hewan Kurban

Dalam menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah, pemilihan hewan sangat penting. Hewan yang boleh dijadikan kurban antara lain:

  • Kambing atau domba (minimal usia 1 tahun atau sudah berganti gigi)
  • Sapi atau kerbau (minimal usia 2 tahun)
  • Unta (minimal usia 5 tahun)

Ciri-ciri Hewan yang Sah untuk Kurban:

  • Tidak cacat (tidak buta, pincang, atau sakit parah)
  • Tidak terlalu kurus
  • Sehat dan cukup umur

Rasulullah SAW bersabda:

“Empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan kurban: yang jelas buta, yang jelas sakit, yang pincang, dan yang sangat kurus.” (HR. Abu Dawud)


Waktu Penyembelihan

Waktu penyembelihan merupakan bagian penting dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Penyembelihan dilakukan:

  • Setelah shalat Iduladha (10 Dzulhijjah)
  • Hingga hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah)

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menyembelih sebelum shalat Id, maka itu hanyalah daging biasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Tata Cara Penyembelihan Sesuai Sunnah

Berikut langkah-langkah penyembelihan dalam tata cara kurban sesuai sunnah:

1. Menghadapkan Hewan ke Kiblat

Hewan dibaringkan dengan posisi miring ke kiri dan menghadap kiblat.

2. Membaca Basmalah dan Takbir

Saat menyembelih, membaca:

“Bismillah, Allahu Akbar.”

3. Menggunakan Pisau Tajam

Pisau harus tajam agar tidak menyakiti hewan secara berlebihan.

4. Memotong Saluran yang Tepat

Memotong tiga saluran utama:

  • Saluran pernapasan (trakea)
  • Saluran makanan (esofagus)
  • Pembuluh darah

5. Tidak Menyiksa Hewan

Dalam tata cara kurban sesuai sunnah, ditekankan agar hewan diperlakukan dengan baik sebelum disembelih.


Sunnah bagi Orang yang Berkurban

Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan bagi orang yang berkurban:

  • Tidak memotong rambut dan kuku sejak awal Dzulhijjah hingga hewan disembelih
  • Menyembelih sendiri jika mampu
  • Menyaksikan proses penyembelihan

Hal ini menunjukkan kesempurnaan dalam menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah.


Pembagian Daging Kurban

Pembagian daging merupakan tahap akhir dalam tata cara kurban sesuai sunnah. Pembagian dilakukan dengan adil dan sesuai syariat.

Pembagian yang Dianjurkan:

  1. Sepertiga untuk diri sendiri dan keluarga
  2. Sepertiga untuk kerabat dan tetangga
  3. Sepertiga untuk fakir miskin

Namun, pembagian ini tidak wajib, melainkan anjuran.

Larangan dalam Pembagian:

  • Tidak boleh menjual bagian dari hewan kurban
  • Tidak boleh memberikan upah kepada penyembelih dari daging kurban

Hikmah Ibadah Kurban

Ibadah kurban memiliki banyak hikmah, antara lain:

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama
  • Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS
  • Mengajarkan keikhlasan dan pengorbanan

Dengan memahami tata cara kurban sesuai sunnah, seorang Muslim dapat meraih hikmah ini secara maksimal.


Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam praktik kurban:

  • Menyembelih sebelum shalat Id
  • Memilih hewan yang tidak memenuhi syarat
  • Tidak memperhatikan niat
  • Pembagian daging yang tidak tepat

Menghindari kesalahan ini merupakan bagian dari menjalankan tata cara kurban sesuai sunnah dengan benar.

Sebagai ibadah yang sarat makna, kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk nyata ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT. Dengan memahami dan menerapkan tata cara kurban sesuai sunnah, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih sempurna dan penuh keberkahan.

Dari niat yang tulus, pemilihan hewan yang sesuai syariat, proses penyembelihan yang benar, hingga pembagian daging yang adil, semuanya merupakan rangkaian ibadah yang tidak boleh diabaikan. Semoga panduan ini dapat membantu setiap Muslim dalam menjalankan ibadah kurban dengan lebih baik dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ