Dari Dapur Sederhana, Tumbuh Harapan: Perjuangan Arfawati Bersama ZChicken

Dari Dapur Sederhana, Tumbuh Harapan: Perjuangan Arfawati Bersama ZChicken

09/09/2026 | Humas BAZNAS RI

Bagi Arfawati, setiap pagi bukan sekadar tentang memulai hari. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan ada harapan yang ingin terus diperjuangkan.

Di Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Arfawati menjalankan usaha ayam krispi yang menjadi salah satu tumpuan untuk membantu perekonomian keluarganya. Dari usaha sederhana itu, ia belajar bahwa untuk mengubah keadaan, terkadang seseorang hanya perlu berani memulai dan tidak mudah menyerah.

Arfawati merupakan salah satu mustahik penerima manfaat Program ZChicken BAZNAS Kabupaten Gowa. Sejak bergabung dalam program tersebut, ia terus berupaya mengembangkan usahanya sedikit demi sedikit.

Hari-harinya diisi dengan menyiapkan bahan, mengolah ayam, melayani pelanggan, hingga memastikan setiap pesanan diterima dengan baik. Rutinitas tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan ketekunan untuk menjaga usaha tetap berjalan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan menjalankan usaha ini. Ada dukungan dan pendampingan yang membuat saya semakin semangat. Mudah-mudahan usaha ini terus berkembang dan bisa membantu keluarga,” ujar Arfawati.

Pelan-Pelan, Usaha Mulai Berkembang

Kerja keras Arfawati mulai menunjukkan hasil. Dalam sehari, ia dapat menjual sekitar 40 hingga 60 porsi ayam krispi. Omzet yang diperoleh berkisar Rp200.000 hingga Rp600.000 per hari, bergantung pada jumlah penjualan.

Bagi Arfawati, pencapaian itu bukan sekadar angka.

Setiap porsi yang terjual menjadi tanda bahwa usaha yang dirintisnya memiliki peluang untuk terus berkembang. Dari hasil tersebut, ia berusaha membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mempertahankan usaha agar tetap berjalan.

Ia pun tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang sehari-hari. Arfawati mulai memanfaatkan berbagai peluang, termasuk menerima pesanan dalam jumlah banyak untuk kegiatan tertentu.

Kesempatan itu menjadi jalan baginya untuk memperluas pelanggan sekaligus mengenalkan ayam krispinya kepada lebih banyak orang.

Tidak Selalu Ramai, Tetapi Tak Berhenti

Menjalankan usaha kecil tentu memiliki tantangan. Penjualan tidak selalu ramai. Ada hari ketika banyak pesanan datang, tetapi ada pula saat dagangan tidak sebanyak yang diharapkan.

Namun, Arfawati memilih untuk tetap bertahan.

Baginya, sepi dan ramainya penjualan merupakan bagian dari perjalanan usaha. Ketika penjualan menurun, ia tidak ingin menjadikannya alasan untuk menyerah.

Ia memilih terus mencoba, belajar, dan mencari cara agar usahanya dapat berkembang.

“Saya bersyukur masih bisa berusaha sampai sekarang. Kalau sedang ramai, saya bersyukur. Kalau sedang sepi, saya juga tetap bersyukur. Yang penting saya tetap diberi kesempatan untuk bekerja dan berusaha,” katanya.

Kalimat sederhana itu menggambarkan cara Arfawati memandang perjuangannya. Ia tidak ingin terlalu larut dalam kesulitan. Baginya, selama masih ada kesempatan untuk berusaha, selalu ada alasan untuk bersyukur.

Bukan Sekadar Menjual Ayam Krispi

Bagi Arfawati, usaha yang dijalankannya bukan hanya tentang menjual makanan dan mendapatkan penghasilan.

Lebih dari itu, usaha ayam krispi menjadi jalan untuk membangun kemandirian.

Ia ingin memiliki kemampuan untuk membantu keluarganya melalui usaha yang dikelola sendiri. Karena itu, ia berusaha menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Kepercayaan pelanggan menjadi sesuatu yang terus ia rawat.

Arfawati memahami bahwa pelanggan yang puas bukan hanya akan kembali membeli, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi datangnya pelanggan baru. Dari satu pesanan, bisa muncul pesanan berikutnya. Dari satu pelanggan, bisa muncul kepercayaan dari pelanggan lainnya.

Ada Dukungan di Setiap Langkah

Perjalanan Arfawati juga mendapat dukungan melalui Program ZChicken BAZNAS Kabupaten Gowa.

Selain membantu membuka kesempatan untuk menjalankan usaha, pendampingan yang diberikan menjadi bagian dari proses Arfawati untuk belajar dan mengembangkan usahanya.

Dukungan tersebut membuat Arfawati memiliki ruang untuk terus bertumbuh. Ia tidak hanya didorong untuk menjalankan usaha, tetapi juga untuk membangun keyakinan bahwa dirinya mampu menjadi lebih mandiri.

Kini, harapan Arfawati sederhana. Ia ingin usahanya semakin dikenal, penjualannya meningkat, dan penghasilannya dapat terus membantu keluarga.

“Semoga ke depannya usaha saya semakin maju, pelanggan semakin banyak, dan saya bisa terus mempertahankan usaha ini. Saya bersyukur sudah diberi kesempatan untuk memulai. Sekarang tinggal bagaimana saya menjaganya dan terus berusaha,” tutur Arfawati.

Dari Usaha Kecil, Tumbuh Harapan Besar

Kisah Arfawati mungkin bermula dari usaha ayam krispi yang sederhana. Namun, di balik setiap porsi yang terjual, ada cerita tentang keberanian, ketekunan, dan rasa syukur.

Ada tangan yang terus bekerja meski lelah. Ada hati yang tetap bertahan ketika penjualan tidak menentu. Dan ada harapan yang terus dipelihara demi keluarga.

Arfawati menunjukkan bahwa kemandirian tidak selalu lahir dari langkah besar. Ia bisa tumbuh dari usaha kecil yang dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Dari Desa Tanabangka, Arfawati terus menata masa depan melalui ayam krispi yang dibuatnya setiap hari.

Satu porsi terjual, satu pelanggan datang, satu pesanan selesai—semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih baik.

Dan selama kesempatan untuk berusaha masih terbuka, Arfawati memilih untuk terus melangkah.

Sebab baginya, setiap usaha yang dilakukan hari ini adalah cara untuk menjaga harapan tetap hidup.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ