BAZNAS RI Dukung Penguatan Ekonomi dan Pemulihan Pascabencana di Pasaman Barat. Foto: Dokumentasi BAZNAS RI/Humas
BAZNAS RI Dukung Penguatan Ekonomi dan Pemulihan Pascabencana di Pasaman Barat
21/05/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan kerja dan audiensi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di Jakarta, Kamis (21/5/2026), guna membahas penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kolaborasi pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Pertemuan ini juga menyoroti sinergi pengembangan potensi daerah, termasuk sektor perkebunan sawit, untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Audiensi tersebut menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, serta pemerintah daerah setempat. Dalam pembahasan tersebut, sektor perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat yang mencapai luas sekitar 200.000 hektar diidentifikasi sebagai salah satu potensi besar yang dapat dioptimalkan guna mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mengatasi isu sosial seperti stunting.
Menerima audiensi tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. mengatakan keharmonisan dan kerja sama yang padu antara BAZNAS RI dengan pemerintah daerah merupakan faktor penentu keberhasilan program kemanusiaan di tingkat wilayah.
"Ya karena bagaimanapun juga, antara BAZNAS RI dengan pemerintah daerah ini kan tidak bisa jalan masing-masing karena saling menopang. Walaupun kami merupakan lembaga yang independen, tapi kan dalam praktiknya, ajang kerja kami itu kan sangat beririsan dengan program-program di daerah. Utamanya peningkatan sejahtera, kemudian pengentasan kemiskinan ya, stunting, dan sebagainya," jelas Zainut Tauhid.
Selain menyoroti integrasi program, Zainut Tauhid juga mendorong optimalisasi potensi sektor unggulan daerah agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia menyebut pemanfaatan komoditas daerah secara maksimal akan menjadi stimulus penting bagi kemandirian ekonomi umat.
"Tentu dalam konteks Pasaman Barat yang tadi potensinya luar biasa dari sektor perkebunan sawit, ini sebuah potensi yang sangat besar, yang tentu kalau dioptimalkan, dikelola dengan baik, ini akan bisa memberikan dampak yang sangat signifikan bagi program-program pengentasan kemiskinan dan penyejahteraan umat di Pasaman Barat," katanya.
Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, S.H., M.M., memaparkan kondisi terkini wilayahnya yang membutuhkan perhatian khusus. Selain potensi kelapa sawit yang melimpah, pihak daerah melaporkan tantangan geografis berupa dampak bencana alam gempa bumi dan banjir bandang yang melanda 10 dari 11 kecamatan di kabupaten tersebut, dengan kerusakan paling parah berada di Kecamatan Talamau.
Di samping pemulihan bencana, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga menyampaikan perkembangan jaringan kerja sama internasional yang berhasil terbangun berkat dukungan dari pusat. Dilaporkan bahwa perwakilan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) bersama BAZNAS telah melakukan kunjungan langsung ke Pasaman Barat guna menyalurkan bantuan serta menjajaki program kolaborasi strategis.
Untuk mengatasi dampak ekonomi pascabencana, Pemkab Pasaman Barat menyambut baik tawaran BAZNAS RI mengenai program Balai Ternak terintegrasi sawit serta kurasi kemasan produk UMKM setempat. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali mata pencaharian masyarakat terdampak dan mendorong produk lokal masuk ke pasar yang lebih luas melalui kemitraan pemerintah daerah.
"Tentu kami ingin kerja sama, dan mohon arahan petunjuk, dari hal-hal yang barangkali sangat penting untuk kita semua masyarakat, dan khususnya tentunya di Kabupaten Pasaman Barat. Dan tentunya Pasaman Barat ini dalam pengelolaan BAZNAS perlu suatu arahan tertentu," ujar Yulianto.
Sebelumnya, koordinasi antara BAZNAS RI dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berhasil membuahkan capaian penting, salah satunya melalui komitmen ANGKASA Malaysia yang mengalokasikan dana infak sebesar RM3.000 dari total RM18.000 untuk pengembangan koperasi harian di Masjid Agung Pasaman Barat. Ada juga bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir di Sumatra Barat yang juga berasal dari ANGKASA Malaysia berupa paket hewan kurban sapi dan kambing senilai RM7.500.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Harto, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR Eka Budhi Sulistyo, Kepala Bagian Humas Yudhiarma, M.K., M.Si. serta jajaran Pemkab Pasaman Barat, yaitu Asisten I Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Setia Bakti, S.H., Staf Ahli Bupati, Dr. H. Getri Ardenis, S.Ag., M.A., Kabag Umum, Yuli Asra, S.E., M.M., Sespri Bupati, Angga, serta ADC Bupati, Yuhan.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us