BAZNAS RI Tetapkan Pemenang Santripreneur 2026 Klaster Fashion. (Dok. BAZNAS RI)
BAZNAS RI Tetapkan Pemenang Santripreneur 2026 Klaster Fashion
30/06/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan tiga peserta terbaik dari program Santripreneur Klaster Fashion 2026. Peserta yang terpilih diharapkan mampu membawa inovasi baru dalam industri fesyen, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Adapun tiga peserta terbaik yang dinilai unggul dalam kreativitas, potensi pengembangan usaha, serta dampak sosial dari ide bisnis, diantaranya :
1. Lukman Aziz dari Pondok Pesantren Assalafiyah Darussalam, Yogyakarta
2. I'anatul Khoiriyah dari Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Semarang
3. Lia Fitrianingsih dari PP Fathul Ulum Jombang.
Pengumuman pemenang tersebut, sekaligus menutup rangkaian BAZNAS Santripreneur 2026 Klaster Fashion yang digelar di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada para peserta. Ia mengatakan, Program Santripreneur Klaster Fashion merupakan ikhtiar BAZNAS membangun kemandirian ekonomi santri melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
"Program ini kami rancang untuk melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi pelaku usaha yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Sodik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
"Yang kami bangun bukan sekadar kompetisi, tetapi ekosistem kewirausahaan. Harapan kami, para santri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan demikian, manfaat program ini dapat dirasakan tidak hanya oleh peserta, tetapi juga masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI, Agus Siswanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Santripreneur, khususnya tiga peserta terbaik.
Agus menjelaskan, dalam penilaian kompetisi ini, BAZNAS menerapkan lima dimensi utama yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek bisnis semata, melainkan juga fondasi keagamaan yang kuat, inovasi, keberlanjutan usaha, kapasitas kepemimpinan, serta dampak pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.
"Selama ini kita melihat bahwasanya pesantren atau santri kerap diidentikkan dengan peran sebagai penceramah, penghafal Al-Qur'an, dan pemuka agama. Namun, ada satu hal yang perlu kita lengkapi, bahwa pesantren juga mampu menghasilkan ulama-ulama ulung yang berhasil di bidang ekonomi, membangun perekonomian masyarakat, bahkan di tingkat dunia. BAZNAS RI akan selalu membuka peluang kolaborasi agar brand santri ini benar-benar mampu mengguncang industri fesyen nasional," ujar Agus.
Menurutnya, keberhasilan para santri bertransformasi menjadi pengusaha sukses nantinya akan sangat membantu mengoptimalkan fungsi zakat, infak, dan sedekah, serta mendorong perubahan status dari mustahik menjadi muzaki
Apresiasi juga disampaikan oleh publik figur sekaligus fashion enthusiast, Melly Goeslaw. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang BAZNAS Santripreneur 2026 dan berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melly menambahkan, Program BAZNAS Santripreneur diharapkan mampu melahirkan semakin banyak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, membuka peluang usaha, menguatkan ekonomi umat, serta menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
"Selamat untuk para pemenang. Semoga kemenangan ini menjadi amanah, memberikan keberkahan, dan menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih indah. Terus berkarya dan terus menginspirasi," ucapnya.
Sementara itu, juara pertama Santripreneur Klaster Fashion 2026, Lukman Aziz dari Pondok Pesantren Assalafiyah Darussalam, Yogyakarta mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
Ia menyampaikan, bantuan dari BAZNAS akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi usahanya, antara lain melalui pembelian peralatan sablon dan mesin pendukung lainnya.
Lukman juga berharap, BAZNAS terus menghadirkan program serupa, termasuk bagi alumni pesantren yang ingin mengembangkan potensi di bidang kewirausahaan.
"Terima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini memotivasi saya untuk terus mengembangkan usaha, memberdayakan masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat," katanya.
Selain bantuan permodalan, BAZNAS juga menyiapkan program pendampingan usaha selama enam bulan bagi para peserta terbaik. Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas bisnis, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk agar usaha yang dijalankan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us