BAZNAS RI dan KSMI Jajaki Kerja Sama Beasiswa bagi Atlet Santri Berprestasi

BAZNAS RI dan KSMI Jajaki Kerja Sama Beasiswa bagi Atlet Santri Berprestasi. Foto: Dokumentasi BAZNAS RI

BAZNAS RI dan KSMI Jajaki Kerja Sama Beasiswa bagi Atlet Santri Berprestasi

21/05/2026 | Humas BAZNAS RI

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) menjajaki kerja sama strategis untuk mendukung penyelenggaraan Liga Santri skala nasional, termasuk pemberian beasiswa bagi atlet santri berprestasi melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS dan KSMI, yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., Ketua Umum KSMI Dr. Ir. H Yan Mulia Abidin, SE., Msc., dan Kasetum Drs Dudung A Rachman, yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperluas pemberdayaan umat melalui olahraga, khususnya sepak bola yang dinilai dekat dengan masyarakat.

Menurut Sodik, sepak bola dapat menjadi medium pemberdayaan sosial selama tetap berada dalam koridor syariat dan berpihak kepada masyarakat kurang mampu.

“BAZNAS akan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berbakat dalam sepak bola, terutama dari kalangan santri. Salah satu bentuk kerja samanya melalui Liga Santri. Di sana tentu ada literasi dan edukasi tentang zakat, kemudian para juara Liga Santri bisa diberikan Beasiswa Cendekia BAZNAS,” ujar Sodik.

Sodik berharap, kerja sama ini, ke depan dapat diperluas dalam berbagai bentuk program sosial dan pemberdayaan berbasis olahraga. “Yang penting nilai syariat dan keberpihakan kepada umat, khususnya bagi yang kurang mampu tetap terjaga,” katanya.

Senada dengan itu, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta menilai, olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Arifin mengatakan, selama ini, program pemberdayaan lebih banyak difokuskan pada sektor pertanian dan peternakan. Padahal, olahraga dan budaya juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Ia mencontohkan program pemberdayaan berbasis pencak silat yang pernah dijalankan BAZNAS di Kampung Silat Jampang, Jawa Barat, hingga berkembang menjadi destinasi wisata budaya. Pengalaman tersebut, kata dia, menunjukkan olahraga dapat menjadi pintu masuk pemberdayaan masyarakat secara lebih luas.

"Kita belajar dari Brasil bagaimana olahraga bisa menjadi jalan pemberdayaan masyarakat miskin, misalnya melalui beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa yang berbakat di sepak bola,” kata Arifin.

Sementara itu, Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin menyambut baik kolaborasi bersama BAZNAS, termasuk dalam mendukung atlet-atlet berprestasi dari kalangan santri.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS. Kebetulan kami juga memiliki beberapa kerja sama, termasuk dengan BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, kami berharap ke depan bisa menjalin kerja sama juga dengan BAZNAS. Nanti dalam Liga Santri 2026 yang akan digelar di Jawa Barat, kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS," ujar Mulia.

"Dari 300 juta penduduk Indonesia, hampir 70 persen bermain dan menonton sepak bola. Bahkan usia dini pun sudah mulai tumbuh dan berkembang menuju sepak bola besar maupun sepak bola usia dini. Jadi saya melihat ada beberapa potensi, baik dari sisi prestasi, sport industry, dan sport tourism. Bahkan bisa ditambah lagi menjadi sport philanthropy. Apalagi kalau sudah berbicara soal Liga Santri. Saya yakin dukungan masyarakat akan besar," ucapnya.

Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.

Follow us

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ